Mangrove Ecotourism Development In Central Maitara Village, North Tidore District

Authors

  • Jufri Ismail Universitas Nuku, Indonesia
  • Tamrin Salim Universitas Nuku, Indonesia
  • Wiwin F. Putri Universitas Nuku, Indonesia
  • Sabaria Niapele Universitas Nuku, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i1.2125

Keywords:

Mangrove, Ecotourism, Maitara

Abstract

This research aims to determine the role of the government in efforts to develop Mangrove ecotourism in Maitara Tengah Village, North Tidore District. This research uses a qualitative method with a descriptive approach, with the first stage being observation, interviews with 6 informants and documentation. The analysis techniques used are data collection, data reduction, data presentation and drawing conclusions. The results of this research concluded that the role of the Central Maitara Village Government in developing mangrove ecotourism includes building supporting infrastructure for ecotourism, managing mangrove ecotourism through Bumdes, making appeals and inviting people to plant mangroves. With community involvement in the development of mangrove ecotourism including: selling around the mangrove ecotourism area, community service, and involvement as a mangrove ecotourism manager through BUMdes. Based on the conclusions above, it is recommended that the Central Maitara village government needs to build several additional infrastructure such as observation towers and information boards to support visitor activities while visiting the Central Maitara village mangrove ecotourism object and need to carry out training and coaching activities for the community in an effort to increase capacity. community in managing mangrove ecotourism.

Author Biographies

Jufri Ismail, Universitas Nuku

Mahasiswa Program Studi Manajemen Hutan Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan, Indonesia

Tamrin Salim, Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan, Indonesia

Wiwin F. Putri, Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan, Indonesia

Sabaria Niapele, Universitas Nuku

Program Studi Manajemen Hutan, Universitas Nuku Kota Tidore Kepulauan, Indonesia

References

Arief, A.. 2003. Hutan Mangrove, Fungsi dan Manfaatnya. Yogyakarta: Kanisiu

Fahmy, Aulia, Ilham. 2022. Pengertian Pengembangan, Jenis, dan Contohnya. Jakarta. Lifestyle.

Hafsar, Khairul. 2018. Strategi Pengembangan Kawasan Ekowisata Mangrove Di
Sungai Carang Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Makassar

Hartono. 2018. Metode Pengumpulan Dan Teknik Analisis Data. Yogyakarta: Andi.

Henry Simamora, 2010, Manajemen Sumber Daya Manusia, Gramedia,
Jakarta.

Iskandar Wiryokusumo. (2011). Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum. Jakarta: BumiAksara.

Latupapua, Y. (2007). Studi Potensi Kawasan dan Pengembangan Ekowisata di
Tual Kabupaten Maluku Tenggara.Jurnal Agroforestri Volume II Nomor 1
Maret 2007.

Moleong. 2014. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: PT.Remaja Dosdakarya.
Nybakken, J. W. 1992. Biologi Laut. Jakarta : Gramedia

Punaji Setyosari.2013.Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan.
Jakarta:Kencana Prenadamedia Group

Santoso, N. 2000.Pola Pengawasan Ekosistem Mangrove. Jakarta: Makalahdisampaikan pada Lokakarya Nasional Pengembangan Sistem PengawasanEkosistem Laut Tahun 2000

Saparinto, Cahyo. 2007. Pendayagunaan Ekosistem Mangrove.
Semarang : Dahara Prize.

Sholhan MA. 2020. Strategi pengembangan ekowisata mangrove Pesisir Pantai Kertomulyo Trangkil Pati [skripsi]. Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

Soerianegara, I. 1987. Masalah penentuan batas lebar jalur hijau hutan manggrove.Prosiding seminar III Ekosistem manggrove. Jakarta. Hal. 39
Sucipto, Toto, & Limbeng, Julianus. 2007. Studi tentang Religi Masyarakat
Baduy di Desa Kanekes Provinsi Banten. Jakarta: Departemen
Kebudayan dan Pariwisata Direktorat Jendral Nilai Budaya Seni
dan Film
Sugiyono.(2009). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif,
Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta
Suprayitno.2008. Teknik Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Wisata Alam.
Departemen Kehutanan. Pusdiklat Kehutanan. Bogor.
Supriharyono. 2000. Pelestarian dan Pengelolaan Sumber Daya Alam di Wilayah
Pesisir Tropis. Jakarta: Gramedi

Warsono, T. 2000. Keanekaragaman Hayati dan Konservasi Ekosistem
Mangrove. Diskusi panel Prodi Biologi Konservasi FMPIA-UI. Depok

Wood, M. E. 2002. Ecotourism: Principles, Practices and Policies for
Sustainability. UNEP


Arfan, Amal. 2017. Peranan Pemerintah, Masyarakat dan Strategi Pengelolaan Ekowisata Hutan Mangrove di Tongke Tongke Kecamatan Sinjai Timur Kabupaten Sinjai. Jurnal Sainsmat. Vol. 6. No. 2
Ely, J, Achamd. 2021. Strategi Pengelolaan Ekosistem Hutan Mangrove Di Negeri Amahai.Jurnal TRITON.Vol. 17. No. 1

Maradjabessy, Novlandi. 2022. Analisis Potensi Pengembangan Ekowisata Mangrove di Desa Maitara Tengah Kota Tidore Kepulauan. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan. Vol. 9.No. 1.

Maria, Jose. 2014. Kemitraan Pemerintah Dan Masyarakat Lokal Dalam Pengelolaan Hutan Mangrove Di Pantai Utara Kota Surabaya.Jurnal Kebijakan dan Manajemen Publik.Vol. 2. No. 2

Paisal, Kairul. 2020. Peranan Pemerintah Kabupaten Batu Bara Dalam Pengelolaan Dan Pendayagunaan Sumber Hutan Bakau (Studi Di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Batu Bara). Jurnal Tectum LPPM Universitas Asahan.Vol. 2. No. 1

Pribadiningtyas, Kurnia, Dian. 2011. Partisipasi Masyarakat Dalam Rehabilitasi Hutan Mangrove (Studi Tentang Peran Pemerintah dalam Meningkatkan Partisipasi Masyarakat untuk Rehabilitasi Hutan Mangrove di Badan Lingkungan Hidup Kota Probolinggo). Jurnal Administrasi Publik (JAP). Vol. 1. No. 3

Salim, Tamrin. 2018. Strategi Pengembangan Ekowisata Mangrove Tongke-Tongke di Kabupaten Sinjai. Jurnal Hutan dan Masyarakat.Vol. 10. No. 2

Sofian, Achmad, dkk.2012. Kondisi Dan Manfaat Langsung Ekosistem Hutan Mangrove Desa Penunggul Kecamatan Nguling Kabupaten Pasuruan, Jurnal El-Hayah. Vol. 2 No. 2

Dasar Hukum:

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2002 tentang Sistem Nasional penelitian, pengembangan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi

Agrozine, Redaksi. 2021. Mengenal Jenis-Jenis Ekowisata, Prinsip dan Manfaatnya.https://agrozine.id/mengenal-jenis-jenis-ekowisata-prinsip-dan-manfaatnya/. Diakses 02 Maret 2023.

Ana, C., 2015, 8 Manfaat Gula Aren Asli Bagi Kesehatan - Diabetes, http://manfaat.co.id/manfaat-gula-aren.Diakses 01 Maret 2023.

Hayati, Iatiqomtul. 2022. Delapan Ekowisata Di Indonesia Yang Kerap Dikunjungi.https://travel.tempo.co/read/1618026/delapan-ekowisata-mangrove-di-indonesia-yang-kerap-dikunjungi. Diakses 02 Maret 2023

Nadia, Yopi. 2022. 9 Jenis Tanaman Mangrove dan Faktornya.https://www.kompas.com/skola/read/2022/09/12/163000469/9-jenis-tanaman-mangrove-dan-faktornya?page=all.Diakses pada 02 Januari 2023.
Prihardani Adi Rheza. 2022. Pengertian Ekowisata, Konsep, Prinsip, Manfaat, dan Contohnya. https://dosengeografi.com/pengertian-ekowisata/. Diakses pada 28 Februari 2023
Rukandar, Dadan. 2018. Hutan Mangrove dan Manfaatnya Bagi Kehidupan Manusia.https://dlhk.bantenprov.go.id/upload/dokumen/Hutan%20Mangrove%20dan%20Manfaatnya.pdfDiakses 25 Januari 2023.

Yudha, Very. 2009. Pengertian Ekowisata. https://www.desabisa.com/pengertian-ekowisata/

Downloads

Published

29-05-2024

How to Cite

Ismail, J., Salim, T., Putri, W. F., & Niapele, S. (2024). Mangrove Ecotourism Development In Central Maitara Village, North Tidore District. Agrikan Jurnal Agribisnis Perikanan, 17(1), 479–483. https://doi.org/10.52046/agrikan.v17i1.2125

Citation Check

Most read articles by the same author(s)

1 2 > >> 

Similar Articles

1 2 3 4 5 6 > >> 

You may also start an advanced similarity search for this article.