Regional Potential Analysis Based on Agricultural Commodities in Economic Development of Ternate City
DOI:
https://doi.org/10.52046/agrikan.v13i2.856Keywords:
Komoditi unggulan, Sektor pertanian, Sub sektor, LQ (location question)Abstract
The development of the agricultural area in the city of Ternate is intended to create an equitable economic area throughout the city of Ternate. For this reason, research on the analysis of agricultural potential in the economic development of Ternate City is very important. This study aims, to determine the superior agricultural commodities in Ternate City, with LQ (location quotient) analysis. The results of LQ analysis can be seen that the commodity identified as the base commodity, namely palawijaya plant consisting of cassava, sweet potato and peanut corn, has the highest LQ value of 2.24 in West Ternate. Horticultural crops, namely mango, durian, breadfruit, salak, mangosteen and papaya, the highest LQ value was 0.93 in Moti sub-district. Whereas for horticultural crops, namely Chili, Long Beans, Cucumber, Onion, Kale, Tomato, Eggplant and Spinach, the highest LQ value was 1.4 8 in South Ternate.
References
Ananimous. 2013. KEMEN-KP RI 2013. Keputusanmenteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 7/kepmen KP/2013 tentang Peta Jalan (Road Map) Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Ananimous. 2016. Dokumen Pemerintah Daerah. 2016. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Ternate 2016-2021. Ternate.
Ananimous. 2011. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Laut dan Pesisir. 2011. Roadmap Litbang SD Laut dan Pesisir Mendukung Fokus Pembangunan Kelautan dan Perikanan 2010-2014. Badan Litbang KP, KKP. Jakarta.
Ananimous. 2015. Masterplan Perikanan Budidaya. Pengembangan Kawasan dan Komoditas Unggulan Perikanan Daerah. DKP. MU.
Ananimous. 2012. Pembangunan Daerah Dalam Angka. Jakarta. Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. Bapenas-RI.
Ananimous, 2018. Ternate Dalam Angka 2018. Badan Badan Pusat Statistik Kota Ternate. BPS
Hendayana, R. 2003. Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian. Vol 12. Balai Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian. Bogor.
Ananimous, 2017. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 50/Kepmen-KP/2017 Tentang Estimasi Potensi Jumlah Tangkapan yang Diperbolehkan dan Tingkat Pemanfaatan Sumberdaya Ikan di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia. Jakarta.
Ananimous, 2013. Keputusanmenteri Kelautan Dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 7/kepmen KP/2013 tentang Peta Jalan (Road Map) Industrialisasi Kelautan dan Perikanan. Jakarta.
Ananimous, 2016. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Ternate 2016-2021. Ternate.
Alwi Syahab 2013. Analisis Pengembangan Komoditi Unggulan Tanaman Pangan Di Kabupaten Sumbawa. Tesis. Program Pascasarjana Fakultas Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang. http: //agrise.ub.ac.id/index. php/ agrise /article / view/ 96 /123.(diakses 23 Oktober 2015).
Hendayana, R. 2003. Aplikasi Metode Location Quotient (LQ) Dalam Penentuan Komoditas Unggulan Nasional. Jurnal Informatika Pertanian Volume 12. Balai Besar Pengkajian dan Pengembangan Teknologi Pertanian, Bogor. http://www.litbangdeptan.go.id.(diak ses tanggal 20 Agustus2015).
Hairuddin. 2002. Analisis Komoditas Unggulan Pertanian Kabupaten Kota Baru [tesis]. Program Pasca Sarjana UGM. Yogyakarta.
Irmayadi A, Erlinda Yurisinthae, Adi Suyantno. 2016. Analisis Komoditas Unggulan Tanaman Pangan dan Hirtikultura di Kabupaten Mempawah. Jurnal Social Economic of Agriculture, Volume 5, Nomor 1, April 39.
Kasuba K , Panelewen V.V.J, Wantasen E. 2015. Potensi Komoditi Unggulan Agribisnis Hortikultura Dan Strategi Pengembangannya Di Kabupaten Halmahera Selatan. Jurnal Zootek Vol. 36 No. 1: 390-402.
Saragih, B. 2001. Agribisnis Paradigma Baru Pembangunan Ekonomi Berbasis Pertanian. Yayasan Mulia Pesada. Bogor.
Suhariyono, A, K. 2013. Analisis Struktur Perekonomian dan Pertumbuhan Ekonomi di Provinsi Banten Melalui Pendekatan LQ, Shift-Share [skripsi]. Universitas Negeri Semarang.
Yusuf, M. 1999. Model Rasio Pertumbuhan (MRP) sebagai Salah Satu Alat Analisis Alternatif dalam Perencanaan Wilayah dan Kota : Aplikasi Model Wilayah Bangka-Belitung. Jurnal Ekonomi dan Keuangan Indonesia Vol XLVII No.2 1999.
Qomariyah S, Mustapit M, Supriono Ag. 2018. THE ANALYSIS OF POTENTIAL REGION BASED ON AGRICULTURAL CROPS AND THEIR CONTRIBUTION TO THE ECONOMIC IN BONDOWOSO. Journal of Social and Agricultural Economics. Vol 11. 1.
Rangkuti F. 2000. Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis. PT. Grameida Pustaka Utama. Jakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2020 Burhan Abdurahman, Said Assagaf, M.Janib Achmad

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.







